Makna dan Penggunaan Lafald Shadaqallahul ‘Azhim
Mengucapkan “Shadaqallahul ‘Azhim” setelah membaca Al-Qur’an adalah bentuk penghormatan terhadap wahyu Allah. Meskipun tidak wajib atau tidak diperintahkan secara langsung dalam Al-Qur’an dan Hadis, ucapan ini dipandang sebagai bentuk adab atau etika dalam berinteraksi dengan kitab suci.
Dalam tradisi Islam:
Ucapan ini sering diucapkan setelah selesai membaca Al-Qur’an, baik di dalam shalat maupun di luar shalat.
Digunakan untuk menunjukkan pengakuan akan kebenaran dan kemuliaan ayat-ayat Allah.
Apakah Ada Dasar dalam Al-Qur’an atau Hadis?
Ucapan “Shadaqallahul ‘Azhim” tidak disebutkan secara khusus dalam hadis Rasulullah ﷺ sebagai bacaan yang wajib diucapkan setelah membaca Al-Qur’an. Namun, artinya selaras dengan ayat berikut:
وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا
“Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”
(QS. An-Nisa: 122)
Dengan demikian, meskipun tidak disyariatkan secara spesifik, ucapannya tidak bertentangan dengan nilai-nilai dalam Islam dan boleh diucapkan sebagai bentuk pengagungan terhadap firman Allah.
Catatan Penting
Tidak ada kewajiban untuk mengucapkan “Shadaqallahul ‘Azhim” setelah membaca Al-Qur’an.
Jangan menganggap orang yang tidak mengucapkannya sebagai melakukan kesalahan.
Yang lebih utama adalah membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memahami isinya.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Apa Arti Shadaqallahul ‘Azhim? Makna dan Tulisan Arab yang Benar.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Apa Arti Shadaqallahul ‘Azhim? Makna dan Tulisan Arab yang Benar pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
