

Istilah negara berkembang sering digunakan dalam kajian ekonomi, sosial, dan politik untuk menggambarkan negara-negara yang sedang dalam proses pembangunan menuju tingkat kemajuan ekonomi, teknologi, dan kualitas hidup yang lebih tinggi. Meskipun definisinya bisa bervariasi tergantung konteks, secara umum negara berkembang adalah negara yang belum mencapai standar kemajuan seperti yang dimiliki oleh negara maju.
Secara umum, negara berkembang adalah negara yang memiliki pendapatan per kapita rendah hingga menengah, infrastruktur yang belum sepenuhnya berkembang, serta masih menghadapi tantangan dalam hal pendidikan, kesehatan, dan pemerataan ekonomi.
Negara berkembang diklasifikasikan sebagai negara dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita yang rendah hingga menengah. Negara dengan GNI per kapita tinggi dikategorikan sebagai negara maju.
Negara berkembang adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan negara-negara yang sedang dalam proses pembangunan ekonomi, sosial, dan politik. Negara-negara ini umumnya memiliki pendapatan per kapita yang relatif rendah, infrastruktur yang belum sepenuhnya berkembang, serta tantangan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan teknologi.
Berikut ini adalah definisi negara berkembang menurut para ahli:
Menurut Todaro dan Smith dalam bukunya Economic Development, negara berkembang adalah negara yang ditandai dengan tingkat pendapatan rendah, produktivitas rendah, tingkat buta huruf tinggi, dan dominasi sektor pertanian. Mereka menekankan bahwa pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup.
Todaro secara khusus menyebut negara berkembang sebagai wilayah dengan masalah ekonomi kronis seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan distribusi pendapatan. Negara berkembang juga memiliki ketergantungan besar terhadap negara maju.
PBB mengklasifikasikan negara berkembang berdasarkan indikator ekonomi seperti PDB per kapita, tingkat industrialisasi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut PBB, negara berkembang adalah negara yang belum mencapai standar kehidupan dan ekonomi seperti negara maju.
Bank Dunia mengkategorikan negara berkembang sebagai negara yang memiliki pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita rendah hingga menengah. Klasifikasi ini dibagi lagi menjadi:
Menurut ekonom Simon Kuznets, negara berkembang adalah negara yang belum mengalami transisi ekonomi dari sektor pertanian ke industri dan jasa. Mereka masih menghadapi ketimpangan pendapatan dan struktur sosial yang tradisional.
Dalam pandangan Paul Baran, negara berkembang adalah negara yang terperangkap dalam struktur ekonomi kolonial, yang ditandai dengan ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan rendahnya investasi dalam pendidikan dan teknologi.
Negara berkembang memiliki beberapa karakteristik umum, antara lain:
Penduduk di negara berkembang umumnya memiliki pendapatan rata-rata yang jauh di bawah negara maju.
Ekonomi masih sangat bergantung pada pertanian, perkebunan, dan tambang, bukan pada industri atau teknologi.
Akses terhadap jalan, listrik, internet, air bersih, dan layanan kesehatan belum merata, khususnya di daerah pedesaan.
Tingkat melek huruf dan akses ke pendidikan tinggi masih terbatas.
Fasilitas kesehatan terbatas, angka harapan hidup dan angka gizi buruk masih cukup tinggi.
Negara berkembang biasanya mengalami pertumbuhan penduduk tinggi yang belum diimbangi oleh lapangan kerja dan pelayanan publik.
Perbedaan antara kelompok kaya dan miskin sangat mencolok.
Beberapa contoh negara berkembang di berbagai kawasan dunia:
Perlu dicatat bahwa status negara berkembang tidak selalu permanen. Negara seperti Korea Selatan dan Singapura dulu termasuk negara berkembang, tetapi kini telah menjadi negara maju.
| Aspek | Negara Berkembang | Negara Maju |
|---|---|---|
| Pendapatan Per Kapita | Rendah hingga menengah | Tinggi |
| Infrastruktur | Belum merata | Maju dan merata |
| Pendidikan | Terbatas | Tingkat tinggi |
| Sektor Ekonomi | Pertanian dan tambang dominan | Industri dan jasa dominan |
| Teknologi | Terbatas | Canggih dan berkembang pesat |
| Kesehatan | Fasilitas kurang memadai | Layanan lengkap dan berkualitas |
Negara berkembang adalah negara yang sedang berproses menuju tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan, akses pendidikan dan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Namun, negara berkembang juga memiliki potensi besar—dari jumlah penduduk muda, sumber daya alam yang melimpah, hingga semangat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Dengan dukungan teknologi, pendidikan, dan kebijakan yang tepat, banyak negara berkembang dapat perlahan bertransformasi menjadi negara maju di masa depan.