

Ilmu yang fokus pada mempelajari perilaku dan interaksi sosial manusia dalam masyarakat dikenal dengan istilah Sosiologi. Secara etimologi, kata sosiologi berasal dari bahasa Latin ‘socius’ yang berarti teman, partner, atau masyarakat dan ‘logos’ yang berarti pengetahuan. Jadi, bisa dikatakan bahwa sosiologi adalah pengetahuan tentang masyarakat.
Menurut Barnes (dalam Soekanto, 2002), Sosiologi adalah pengetahuan yang mencoba memahami apa yang masyarakat lakukan, bagaimana dan mengapa mereka melakukannya. Sosiologi berupaya memahami pola perilaku manusia dalam konteks relasi dan interaksi dengan individu lain dalam masyarakat. Ilmu ini membahas berbagai permasalahan di dalam masyarakat, mulai dari isu konflik, perbedaan kelas, jenis kelamin, agama, hingga budaya.
Sosiologi sebagai disiplin ilmu muncul pada era industrialisasi dan modernisasi di Eropa pada abad 18 dan 19. Nama-nama terkenal seperti Auguste Comte, Karl Marx, Emile Durkheim, dan Max Weber sering disebut sebagai pemikir dan pendiri dasar-dasar ilmu sosiologi.
Dia dikenal sebagai bapak sosiologi dan pertama kali mencetuskan istilah ini. Comte menekankan pentingnya ilmu pengetahuan positif berdasarkan fakta, penelitian dan hipotesis teruji.
Marx menganggap konflik kelas sebagai faktor utama yang mendorong perubahan sosial dan pemahaman seputar kapitalisme sangat berkontribusi dalam teori sosiologi.
Durkheim memandang sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari ‘fakta sosial’, dan berfokus pada bagaimana masyarakat membentuk individu.
Weber berfokus pada tindakan sosial dan arti yang diberikan individu pada tindakan itu. Teorinya tentang birokrasi menjadi salah satu kontribusi penting dalam studi sosiologi.
Sosiologi memiliki beberapa subbidang khusus, seperti sosiologi hukum (mempelajari hukum dalam konteks sosial), sosiologi politik (memahami hubungan antara masyarakat dan politik), sosiologi pendidikan (mengkaji pendidikan dalam konteks sosial), dan masih banyak lagi.
Sosiologi, dengan memahami perilaku dan interaksi sosial manusia dalam masyarakat, berfungsi memberikan pandangan yang lebih dalam dan gotong royong tentang bagaimana masyarakat kita berfungsi dan berinteraksi. Dengan demikian, menjadi fundamental dalam memahami kemasyarakatan manusia.