

Transparansi merujuk pada karakteristik terbuka dan jujur dalam semua aspek tata kelola yang baik atau “good governance”. Dalam konteks ini, transparansi melibatkan pemerintah maupun organisasi lain harus memberikan informasi yang akurat, tepat waktu, dan lengkap kepada publik, dan mempertahankan keterbukaan dalam pengambilan keputusan dan operasional mereka.
Transparansi dianggap sangat penting dalam “good governance” karena dapat membantu menyelidiki, menganalisis dan memantau performa dan perilaku pemerintah atau organisasi. Transparansi juga mendorong partisipasi publik, karena memudahkan masyarakat untuk memahami bagaimana pemerintah atau organisasi beroperasi, dan mengajak mereka untuk terlibat lebih banyak dalam proses pengambilan keputusan.
Untuk mencapai transparansi dalam tata kelola yang baik, beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
Transparansi adalah bagian integral dari tata kelola yang baik atau “good governance”. Tanpa transparansi, sulit untuk memastikan bahwa keputusan diambil dengan cara yang adil, efektif, dan bertanggung jawab.
Jadi, jawabannya apa? Transparansi dalam konteks “good governance” adalah keterbukaan dan kejujuran dalam setiap aspek operasional dan pengambilan keputusan oleh pemerintah atau organisasi, yang berfungsi untuk membangun kepercayaan, akuntabilitas dan mencegah korupsi.