Apakah Screen Recorder HP Memenuhi Syarat Monetisasi Facebook Pro?
60.000 menit tayang dalam 60 hari terakhir (untuk monetisasi video biasa)
5 video aktif yang diunggah dalam 30 hari terakhir (untuk bonus Reels)
4. Kepatuhan terhadap Kebijakan Monetisasi
Facebook memiliki Kebijakan Monetisasi Konten dan Kebijakan Monetisasi Partner yang wajib dipatuhi. Pelanggaran terhadap ini dapat menyebabkan akun kamu dibatasi, bahkan ditolak untuk monetisasi secara permanen.
5. Konten Orisinal
Konten yang dibuat harus buatan kamu sendiri, atau kamu memiliki hak penuh atas konten tersebut. Video reupload, konten berhak cipta, atau video yang tidak memberikan nilai tambah akan dianggap tidak layak dimonetisasi.
Kebijakan Konten Video Facebook: Apa yang Diperbolehkan dan Tidak?
Sebelum kita menilai apakah screen recorder HP boleh dipakai atau tidak, penting untuk memahami kebijakan konten video yang ditetapkan oleh Facebook, terutama untuk program monetisasi.
✔ Konten yang Diizinkan:
Video original buatan sendiri
Video edukatif, tutorial, review, dan hiburan
Video yang mematuhi standar komunitas
Konten yang memiliki nilai tambah (komentar, narasi, penjelasan)
❌ Konten yang Dilarang atau Dibatasi:
Video hasil reupload dari platform lain tanpa izin
Konten tanpa suara/narasi yang jelas (misalnya hanya gameplay tanpa komentar)
Video diam atau hanya slideshow
Konten yang mengandung pelanggaran hak cipta (musik, video, visual orang lain)
Clickbait yang menipu audiens
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Apakah Screen Recorder HP Memenuhi Syarat Monetisasi Facebook Pro?.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Apakah Screen Recorder HP Memenuhi Syarat Monetisasi Facebook Pro? pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.

