Dalam hal ini, sukun yang dimaksud adalah sukun asli yang tidak mengalami tasydid atau penguatan bacaan. Oleh karena itu, disebut “mukhaffaf” yang berarti ringan, sebagai lawan dari “musyabba’” yang berarti berat.
Syarat Terjadinya Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Untuk memahami kapan hukum mad ini berlaku, berikut adalah syarat-syaratnya:
- Berlaku pada huruf muqatta’ah (huruf-huruf terpotong) di awal surah.
- Huruf tersebut harus tersusun dari tiga huruf.
- Huruf pertama adalah huruf mad (ا، و، atau ي).
- Huruf kedua adalah huruf yang bersukun ringan (tidak bertasydid).
- Panjang bacaan huruf tersebut adalah enam harakat (panjang penuh).
- Harus bersifat tetap atau asli, bukan karena waqaf atau sebab lainnya.
Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Harfi dalam Al-Qur’an
Berikut adalah beberapa contoh ayat Al-Qur’an yang mengandung Mad Lazim Mukhaffaf Harfi:
1. Surah Shad (38:1)
صٓ ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ
Pada lafaz “صٓ” (Shad):
- Struktur huruf ini menurut tajwid terdiri dari tiga huruf: ṣād, alif, dan dāl.
- Huruf pertama (ṣād) dibaca dengan menyertakan mad karena mengandung alif.
- Huruf kedua adalah alif (mad), dan huruf ketiga adalah dāl sukun ringan.
- Maka hukum bacaan ini adalah Mad Lazim Mukhaffaf Harfi dan dibaca panjang 6 harakat.
2. Huruf قٓ di awal Surah Qaf
قٓ ۚ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
