Benarkah Mobile Legend Akan dihapus Sebab Tuntutan RIOT Games

Pada pengadilan sebelumnya Riot Games memenangkan gugatan dan menerima uang denda dari Moonton sebesar US$2,9 juta (sekitar Rp42 miliar). Kini Riot Games kembali menuntut Mobile Legends terkait plagiarisme hal intelektual Riot Games. 

Jika Anda pernah memainkan game LoL dan Mobile Legends, maka Anda akan menyadari bahwa game LoL ini mirip dengan MLBB. Game MLBB dinilai menjiplak mekanika gameplay, desain karakter, skin, hingga trailer dan promosi dari League of Legends Wild Rift. 

apakah mobile legend akan dihapus ?

Riot Games menuntut pihak Moonton terkait plagiarisme yang dilakukan game Mobile Legends terhadap League of Legends Wild Rift. Riot mengaku kesal dengan Moonton yang terus-menerus menjiplak hak intelektual milik mereka. 


Tidak hanya desain karakter, skin, dan gameplay saja yang dijiplak oleh Mobile Legends. Logo, lagu, desain trailer, hingga promosi yang dilakukan oleh Riot juga plagiarisme oleh Moonton. 

Karena adanya tuntutan ini kabar MLBB akan dihapus tahun pun berhembus kencang.

Benarkah Mobile Legends Dihapus ?

Untuk saat ini belum ada konfirmasi pasti dari pihak Riot, Moonton, maupun pengadilan terkait penghapusan game Mobile Legends dari Play Store dan App Store. Beberapa informasi mengatakan bahwa Riot hanya menuntut ganti rugi kepada Moonton.

Disclaimer: Artikel Benarkah Mobile Legend Akan dihapus Sebab Tuntutan RIOT Games merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Benarkah Mobile Legend Akan dihapus Sebab Tuntutan RIOT Games.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel Benarkah Mobile Legend Akan dihapus Sebab Tuntutan RIOT Games pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.