Amir dan Lukas, dua sahabat yang berjuang untuk mencapai destinasi yang sama: titik B. Mereka berdua berada di satu sisi sungai, titik A dan harus menyebrangi sungai untuk mencapai tujuan mereka, titik B. Pastinya, kedua teman ini memutuskan untuk menggunakan teknik berenang yang berbeda, masing-masing percaya bahwa jalurnya adalah yang paling efisien.
Amir, dengan keberanian dan kepercayaan dirinya, berenang secara langsung dari titik A ke titik B mengikuti garis AB, yaitu berenang melawan arus sungai. Sementara itu, Lukas, memilih teknik berbeda dengan berenang selalu tegak lurus arus, tidak langsung menuju titik B, tetapi tepi seberang sungai.
Singkatnya, Amir mencoba untuk menyeberangi sungai secara langsung dalam satu pergerakan lurus, sementara Lukas memutuskan untuk berenang dengan mengikuti arus sungai dan kemudian berjalan di darat untuk mencapai titik B.
Keduanya memiliki kecepatan terhadap air yang sama, yaitu 2,5 km/jam, sedangkan kecepatan arus sungai adalah 2 km/jam. Ini berarti kecepatan Lukas terhadap tanah saat berenang adalah kecepatan arus sungai, karena dia berenang sejajar dengan arus. Setelah mencapai tepi seberang sungai, Lukas kemudian berjalan menuju titik B.
Di sini muncul pertanyaan, berapa kecepatan berjalan kaki Lukas agar keduanya tiba di B pada waktu yang sama?
Untuk menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu kita harus menghitung waktu yang dibutuhkan Amir untuk menyeberangi sungai. Kecepatan Amir terhadap tanah (di bawah pengaruh arus sungai) bisa dihitung dengan teorema Pythagoras sebagai akar kuadrat dari (2.5 km/jam)² – (2 km/jam)² = 1.5 km/jam. Oleh karena jarak diagonal sungai (garis AB) sama dengan jarak langsung sungai (dalam konteks Lukas), jadi jarak tersebut bisa kita asumsikan sebagai X km.
