Di era serba digital ini, banyak sekali dinamika yang terjadi dalam proses pembelajaran. Di tengah progres ini, Bu Eca, seorang pendidik berdedikasi, mendapati ada sekelompok peserta didik yang mengalami kesulitan saat mencapai tujuan pembelajaran mereka. Dan unsur yang menjadi pangkal perkara ini ternyata adalah kurangnya motivasi.
Motivasi belajar adalah energi dan dorongan yang mendorong peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi ini seringkali menjadi faktor penentu yang bisa mendorong peserta didik mencapai tujuan pembelajaran mereka. Bagi sebagian besar peserta didik, motivasi menjadi aspek yang sangat penting karena inilah yang menjadi dorongan mereka untuk terus belajar.
Dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa motivasi berperan penting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuannya. Motivasi dapat datang dari berbagai sumber, bisa dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik) atau dari luar (motivasi ekstrinsik). Motivasi intrinsik merujuk pada dorongan dari dalam diri individu itu sendiri, seperti keinginan untuk tahu, rasa ingin berhasil, dan rasa senang belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik datang dari luar individu, seperti pujian, penghargaan, atau tekanan dari orang lain.
Persoalan muncul ketika motivasi ini kurang dari peserta didik. Ketika ini terjadi, peserta didik bisa mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan pembelajaran mereka. Bu Eca mencoba untuk membantu peserta didiknya dengan berbagai upaya, seperti memberikan motivasi, menggunakan metode pengajaran yang menarik, dan membuat suasana belajar yang menyenangkan. Namun, upaya ini belum sepenuhnya efektif.
Terjadinya situasi ini mengingatkan kita bahwa motivasi tidak hanya tentang pujian atau penghargaan. Hal ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, pendidik haruslah memiliki kemampuan untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
Bu Eca merasa optimis dan akan terus berusaha mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Bu Eca mengetahui bahwa tiap peserta didik memiliki keunikan dan cara belajar yang berbeda-beda, sehingga pendekatan yang digunakan harus ditailor dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta didik.
