Ikuti artikel ini sampai akhir untuk memperoleh pemahaman yang lengkap dari awal sampai akhir.
Iman dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai kepercayaan yang disembunyikan dalam hati, tetapi melibatkan orientasi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk lisan atau ucapan. Cabang-cabang iman, seringkali merujuk kepada Hadis Jibril, menggambarkan 70 cabang iman, beberapa di antaranya berkenaan langsung dengan lisan atau ucapan. 3 elemen utama dalam cabang-cabang iman ini adalah Iman, Islam, dan Ihsan. Tiap elemen memiliki cabang yang berhubungan dengan ucapan.
Cabang-Cabang yang Termasuk dalam Iman
Iman berarti kepercayaan dan pengakuan. Ini termasuk ucapan dengan lidah, yang dikenal sebagai ‘Qawl Bil-Lisan’. Contoh utama dari cabang iman yang berkaitan dengan lisan atau ucapan adalah:
- Meyakini Allah: Meskipun ini terutama adalah masalah hati, seseorang harus menyatakannya terbuka dengan lisan mereka. Mengakui keesaan Allah dan mengungkapkan syahadah merupakan bagian dari iman.
- Menyatakan Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya: Menyuarakan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya juga memiliki kedudukan yang penting. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Tidak akan beriman salah seorang diantara kamu hingga aku lebih dia cintai daripada orang tua dan anaknya.”
Cabang-Cabang yang Termasuk dalam Islam
Islam berarti penyerahan atau kepatuhan. Bagian dari penyerahan ini termasuk pengakuan lisan, seperti:
- Menyatakan Syahadah: Confessing the shahada, atau pengakuan iman, secara lisan adalah pilar pertama Islam dan bentuk utama iman verbal.
- Doa dan Dzikir: Doa dan dzikir memerlukan penggunaan lisan untuk berkata-kata dengan Allah.
Cabang-Cabang yang Termasuk dalam Ihsan
Ihsan merujuk kepada ‘perfection’ atau ‘excellence in worship’. Ini termasuk:
- Menyatakan Kebaikan: Mengungkapkan kebaikan dan berbicara dengan cara yang baik merupakan bagian dari Ihsan.
Pada akhirnya, semua aspek iman terinterkoneksi dan lisan atau ucapan berperan penting dalam menghidupkannya. Cabang-cabang iman yang berkaitan dengan lisan atau ucapan memandu umat Muslim dalam berinteraksi dengan Allah dan sesama manusia.
