Kelainan pada Seseorang yang Ditandai dengan Rendahnya Kemampuan Eritrosit dalam Mengikat Oksigen Akibat Adanya Kesalahan Transkripsi mRNA dalam Menerjemahkan Kodon untuk Asam Amino Globin Disebut…? dibuat agar pembaca bisa memahami isi artikel tanpa harus mengulang bacaan berkali-kali, sehingga proses belajar lebih efisien dan nyaman.
Penjelasan kelainan seseorang ditandai dibuat bertahap agar pembaca tidak kebingungan saat masuk ke bagian yang lebih kompleks.
Jangan berhenti di tengah, baca sampai selesai agar seluruh isi artikel terserap dengan baik.
Kelainan yang ditandai dengan rendahnya kemampuan eritrosit dalam mengikat oksigen secara efisien akibat adanya kesalahan transkripsi mRNA dalam menerjemahkan kodon untuk asam amino globin adalah Thalassemia.
Thalassemia adalah gangguan darah genetik bawaan yang ditandai dengan produksi hemoglobin yang tidak normal. Hemoglobin merupakan sebuah protein dalam sel darah merah (eritrosit) yang bertugas membantu transportasi oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh. Hal ini membuat penderita Thalassemia sering merasa lelah dan lemah, serta memiliki sejumlah gejala kesehatan lainnya.
Thalassemia terjadi ketika ada kesalahan dalam satu atau lebih dari keempat gen yang mengontrol cara tubuh membuat hemoglobin. Aktivitas gen ini dikendalikan oleh kodon-kodon, atau urutan instruksi genetik, yang dilihat oleh sistem transkripsi mRNA. Ketika terjadi kesalahan transkripsi mRNA dalam menerjemahkan kodon ini, tubuh dapat merespons dengan membuat terlalu sedikit atau terlalu banyak dari jenis tertentu dari rantai protein hemoglobin, yang disebut globin.
Ada dua jenis utama globin, alpha globin dan beta globin. Jika ada kesalahan dalam transkripsi kodon untuk asam amino yang membuat alpha globin atau beta globin, ditandai dengan eritrosit yang tidak mampu mengikat oksigen dengan efisien, seseorang dapat didiagnosis dengan Thalassemia.
Thalassemia dikelompokkan menjadi dua jenis utama:
