Seorang pengusaha kecil di Bandung mendapat rezeki melimpah setelah bisnis camilannya viral.
Alih-alih bersyukur, ia menjadi boros, meremehkan karyawan, dan mengabaikan kualitas produk.
Beberapa pelanggan mulai komplain, dan karyawan terbaiknya resign. Akhirnya, penjualan turun tajam, dan ia harus menutup kedua gerai barunya.
Pelajaran: Hilangnya rasa syukur membuat seseorang lalai dan kehilangan nikmat yang telah diberikan Allah.
3. Kelompok III – Sukses karena Memelihara Lisan
Seorang guru di Yogyakarta dikenal selalu berbicara lembut dan bijak, bahkan saat menghadapi siswa bermasalah.
Suatu hari, seorang murid mengalami masalah keluarga dan hampir putus sekolah. Sang guru tidak menghakimi, tetapi menggunakan kata-kata menenangkan dan memberi semangat.
Murid tersebut bertahan dan akhirnya berprestasi hingga menjadi juara lomba matematika provinsi.
Pelajaran: Lisan yang dijaga bisa menjadi penyembuh dan membuka jalan kesuksesan bagi orang lain.
4. Kelompok IV – Akibat Buruk karena Tidak Menutupi Aib Pihak Lain
Seorang karyawan di sebuah kantor Jakarta sering menceritakan kesalahan rekan kerjanya kepada orang lain, termasuk atasan.
Karena kebiasaannya menyebarkan aib, rekan-rekannya mulai menjauh dan enggan bekerja sama dengannya.
Proyek-proyek yang melibatkan karyawan tersebut sering gagal karena kurangnya dukungan tim, dan reputasinya tercoreng di mata manajemen.
Pelajaran: Tidak menutupi aib orang lain menimbulkan konflik, merusak hubungan, dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka Halaman 63: Aktivitas 2.6.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka Halaman 63: Aktivitas 2.6 pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
