Percepatan dalam kasus ini adalah perubahan kecepatan dibagi dengan waktu yang digunakan. Saat mobil berhenti, akhirnya kecepatan mobil menjadi 0. Oleh karena itu, perubahan kecepatan dalam kasus ini adalah -25 m/s (kecepatan akhir 0 dikurangi dengan kecepatan awal 25 m/s). Waktu untuk mobil berhenti adalah 4 detik. Oleh karena itu, percepatan (-25 m/s) / (4 s) adalah -6.25 m/s².
Maka, kullan hukum Newton II, kita mendapatkan:
F = m * aF = 2000 kg * -6.25 m/s²F = -12500 NGaya yang diperoleh adalah -12500 N. Nilai negatif menunjukkan bahwa gaya tersebut bekerja ke arah yang berlawanan dengan arah gerakan mobil, yang sesuai dengan kerja rem mobil.
Jarak yang Ditempuh Mobil dari Titik Pertama Direm sampai Berhenti
Untuk menghitung jarak tempuh, kita bisa menggunakan rumus kinematika, di mana jarak (s) adalah sama dengan kecepatan awal (v₀) dikalikan dengan waktu (t) plus setengah kali percepatan (a) dikalikan waktu kuadrat (t²).
Dalam kasus ini, rumus tersebut menjadi:
s = v₀*t + 0.5*a*t²s = 25 m/s * 4 s + 0.5 * -6.25 m/s² * (4 s)²s = 100 m + -50 ms = 50 mDengan demikian, jarak yang ditempuh mobil dari titik pertama direm sampai berhenti adalah 50 meter.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Sebuah Mobil dengan Massa 2000 kg Bergerak dengan Kecepatan Konstan 25 m/s. Pengemudi Mobil Tiba-tiba Mengerem Mobil dan Mobil Berhenti dalam 4 s. Berapa Besar Gaya Rem Mobil? Berapa Jarak Mobil dari Titik Pertama Direm sampai Berhenti?.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Sebuah Mobil dengan Massa 2000 kg Bergerak dengan Kecepatan Konstan 25 m/s. Pengemudi Mobil Tiba-tiba Mengerem Mobil dan Mobil Berhenti dalam 4 s. Berapa Besar Gaya Rem Mobil? Berapa Jarak Mobil dari Titik Pertama Direm sampai Berhenti? pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
