Umat Islam percaya bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir yang Allah Kirim kepada umat manusia. Dia dikenal karena ikhlash, kebenaran, dan kebijaksanaannya yang luar biasa. Salah satu episode penting dalam hidup beliau adalah peristiwa luar biasa yang terjadi setelah wafatnya pamannya, Abu Talib dan istrinya, Khadijah.
Abu Talib dan Khadijah bertindak sebagai pelindung dan penasehat Muhammad di fase awal misinya. Mereka berdua adalah orang yang secara finansial dan emosional mendukung dan berdiri di sisi Nabi saat ia mulai menyebarkan wahyu yang diterimanya.
Abu Talib, meskipun tidak memeluk Islam, melindungi Muhammad dari kekejaman suku Quraisy. Dia tidak berniat mengkhianati Muhammad dan sampai akhir hayatnya ia tetap mempertahankan Muhammad dari ancaman suku Quraisy.
Di sisi lain, Khadijah adalah istri pertama Muhammad dan juga perempuan pertama yang memeluk Islam. Dia selalu ada untuk Muhammad di saat-saat paling sulit, mendukungnya setelah wahyu pertama dan selalu memberikan kata-kata yang menenangkan ketika Muhammad ragu.
Kedua sosok ini memberikan Muhammad rasa aman dan perlindungan yang dibutuhkannya untuk menyebarkan Islam pada fase awal. Mereka peduli pada Nabi dengan cara yang tidak pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya. Karena itu, kematian mereka mengakibatkan tahun dikenal sebagai ‘Am al-Huzn’ atau ‘Tahun Kesedihan’.
Peristiwa luar biasa yang terjadi setelah kematian mereka adalah Isra dan Mi’raj – perjalanan malam dari Makkah ke Yerusalem dan kemudian ke Surga, yang merupakan sebuah peristiwa penting bagi Muhammad dan umat Islam di seluruh dunia. Ini adalah saat dimana janji dan bimbingan langsung dari Allah memberikan Muhammad kekuatan dan pengetahuan untuk melanjutkan misinya.
Melalui peristiwa luar biasa ini, Nabi Muhammad memiliki kepercayaan dan kekuatan yang diperlukan untuk melanjutkan penyebaran ajaran Islam, meskipun banyak tantangan dan kesulitan.
