Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik yang terjadi pada pria dan disebabkan oleh keberadaan kromosom X ekstra. Kondisi ini juga sering disebut sebagai sindrom XXY mengingat pria dengan sindrom ini memiliki setidaknya satu kromosom X tambahan selain kombinasi kromosom XY yang biasa. Kegagalan pembelahan sel menjadi faktor utama dalam terjadinya sindrom Klinefelter. Artikel ini akan membahas tentang apa penyebab sindrom Klinefelter dan tahap pembelahan sel mana yang mengalami kegagalan.
Penyebab Sindrom Klinefelter
Para ahli mengaitkan penyebab sindrom Klinefelter dengan kegagalan pada proses pembelahan sel. Di antara pembelahan sel yang ada, ada dua proses yang perlu dicermati, yaitu:
- Meiosis – Pembelahan sel yang terjadi pada sel kelamin untuk menghasilkan sperma atau sel telur. Meiosis mempunyai 2 tahap, yaitu Meiosis I dan Meiosis II, yang mana setiap tahap mempunyai pembelahan lagi, yaitu Profase, Metafase, Anafase dan Telofase.
- Mitosis – Pembelahan sel somatik yang terjadi di sel tubuh secara umum.
Meiosis memiliki peran penting dalam penyebab terjadinya sindrom Klinefelter.
Kegagalan Pembelahan Sel dalam Sindrom Klinefelter
Sindrom Klinefelter terjadi karena adanya kegagalan dalam proses meiosis saat pembentukan gamet (sperma atau ovum). Kegagalan ini terjadi pada salah satu tahapan pembelahan sel dalam proses meiosis, yang menyebabkan kromosom berjumlah lebih dari yang seharusnya. Berikut ini penjelasan kegagalan pembelahan sel dalam sindrom Klinefelter:
