10+ Contoh Asimilasi Budaya di Kehidupan dan Jenisnya
Tidak hanya 40 hari saja, dalam Islam juga banyak orang yang membuat acara tasyakuran atau berduka pada hari ke-3, 7 dan 40 hari yang identik dengan agama Hindu tersebut.
Contoh Asimilasi Lainnya
Contoh lain perpaduan beberapa budaya ini adalah munculnya musik dangdut yang merupakan perpaduan antara musik tradisional Indonesia dengan musik India. Sekarang dapat dilihat bahwa musik dangdut disebut sebagai musik paling berpengaruh di Indonesia.
Selain itu, juga ada budaya zina atau hubungan sebelum menikah yang disebut dengan pacaran. Padahal budaya ini sebenarnya bukanlah budaya asli Indonesia melainkan tradisi orang Barat. Masyarakat Indonesia juga banyak yang mengikuti kebiasaan budaya asing untuk mengenakan bikini di pantai.
Kemudian juga ada kebiasaan makan dengan sendok dan garpu yang merupakan budaya dari kaum elit Eropa ketika menyantap makanan. Oleh karena peristiwa penjajahan dan seringnya interaksi dengan orang Eropa, budaya makan ini pun juga diterapkan di Indonesia.
Faktor-faktor Terbentuknya Asimilasi
1. Faktor Pendorong
Faktor pertama adalah faktor pendorong yang menjadi latar belakang mengapa asimilasi dapat terbentuk. Dapat dilihat dari contoh asimilasi tersebut bahwa peran dan partisipasi anggota kelompok sangat berpengaruh.
Adapun faktor-faktor tersebut adalah faktor toleransi, kesamaan, simpati, hubungan budaya, amalgamasi dan faktor ekonomi. Dengan kesamaan dari berbagai faktor tersebut, asimilasi akan lebih cepat terbentuk karena hubungan antar kelompok makin erat.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel 10+ Contoh Asimilasi Budaya di Kehidupan dan Jenisnya.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel 10+ Contoh Asimilasi Budaya di Kehidupan dan Jenisnya pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.

