Ia mengatakan bahwa budgeting tersebut tidak ideal karena yang menjadi kebutuhan primer yang ideal adalah 50 persen. Sementara yang dilakukan olehnya mencapai 72 persen sehingga nabungnya masih di bawah ideal sebanyak 22 persen.

Dia hanya menekan di bagian gaya hidup dan happiness yang seharusnya 20%, tapi dia hanya menekan sampai 6 persen. Tetapi, ia masih tetap mewajarkan dengan gaji hingga Rp3.5 juta, ia bisa membeli aset yang bisa dibeli.

Sebenarnya Apa Untungnya Menerapkan Frugal Living Untuk Bertahan Hidup? Banyak Warganet yang Salah Mengartikannya!

Dari banyaknya komentar yang dilontarkan oleh warganet, ternyata mengundang salah satu konten kreator TikTok. Ia menyalahkan beberapa komentar warganet yang justru tidak tahu tentang arti Frugal Living.

Menurutnya, Frugal Living itu bukan konsep hidup super hemat sampai menyiksa diri sampai harus mengorbankan kesenangan dan kebutuhan. Melainkan, Frugal Living adalah Conscious Spending atau kesadaran penuh terhadap perhitungan, pertimbangan dan kalkulasi yang logis.

Jadi, arti dari Frugal Living itu mementikan value dibandingkan harga seperti dalam pemilihan barang siap pakai seperti sepatu. Tidak mungkin seseorang harus membeli sepatu yang lebih murah tapi kualitasnya benar-benar buruk.

Di samping itu, ada beberapa keuntungan yang bisa diambil dengan menerapkan konsep Frugal Living yang viral di media sosial. Beberapa di antaranya bisa dicoba sebagai berikut:

Disclaimer: Artikel Frugal Living Viral di TikTok, Fungsi dan Cara Menerapkannya! merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Frugal Living Viral di TikTok, Fungsi dan Cara Menerapkannya!.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel Frugal Living Viral di TikTok, Fungsi dan Cara Menerapkannya! pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.