Sedangkan peptidoglikan ini kandungannya berbeda-beda, tergantung pada jenis bakterinya. Itulah yang membuat adanya bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri gram positif mengandung peptidoglikan yang lebih banyak daripada bakteri gram negatif.
Bakteri gram negatif memiliki dinding sel yang tidak terlalu tebal akibat kandungan peptidoglikan yang lebih rendah. Hanya saja, dinding sel bakteri gram negatif mengandung Lipopolisakarida atau LPS, yang menyelimuti polisakarida dan bermanfaat untuk racun pada bakteri patogen.
LPS ini juga berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada sel bakteri gram negatif dari efek antibiotik jenis tertentu, penisilin misalnya.
3. Dinding Sel Alga
Fungsi dinding sel tidak jauh beda dengan yang terdapat pada tumbuhan, begitu juga dengan zat yang terkandung didalamnya. Pada dinding sel alga terkandung hemiselulosa, selulosa, silika, polisakarida, kalsium karbonat, agar, align, pectin dan juga karagenan.
4. Dinding Sel Jamur
Makhluk hidup lainnya yang juga memiliki dinding sel adalah jamur. Dinding sel jamur mengandung polisakarida yang memicu pembentukan mikrofibril, yaitu kitin. Mikrofibril merupakan jaringan yang terdapat pada dinding hifa dalam matriks.
Matriks dan kitin adalah komponen pada dinding sel jamur yang membuatnya menjadi kuat dan kokoh dari serangan enzim-enzim.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel 9 Fungsi Dinding Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Beserta Struktur.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel 9 Fungsi Dinding Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Beserta Struktur pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
