Imperialisme Adalah – Pengertian, Tujuan, Penyebab dan Jenis
Dahulunya, Konstantinopel menjadi pusat perdagangan rempah Eropa, tepatnya di kawasan Laut Tengah. Akses untuk menuju ke ibukota Romawi Timur ini dahulunya juga terbuka. Sayangnya, semenjak Konstantinopel dikuasi oleh Turki Utsmani tahun 1453, akses perdagangan jadi tertutup.
Akibatnya, harga rempah-rempah di pasar Eropa jadi melambung tinggi yang membuat banyak bangsa Eropa mencari sumber rempah yang harganya tentu lebih murah. Pada awalnya, bangsa Eropa yang melakukan hal itu di Indonesia ialah Spanyol dan Portugis. Inggris dan Belanda menyusul kemudian.
Sayangya, niat awal yang hanya ingin mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia jadi berubah. Mereka malah ingin menguasai Indonesia sehingga kemudian Portugis, Belanda, Spanyol serta Inggris menjadi contoh negara yang menerapkan sistem politik imperialisme.
Meskipun demikian, sebenarnya perebutan kekuasaan itu sudah ada bahkan sejak zaman raja-raja. Pada masa itu penguasa suatu daerah berusaha menaklukkan daerah lain guna memperluas wilayahnya. Tindakan ini juga bisa disebut dengan imperialisme.
Tujuan Imperialisme
Sebenarnya tujuan dari imperialisme itu sudah tercantum dalam pengertian di atas. Tetapi, untuk lebih jelasnya, bisa diperhatikan bahwa tujuan imperialisme adalah untuk menguasai sekaligus memperluas wilayah kekuasaan.
Negara yang dijajah akan dikeruk sedemikian rupa sumber dayanya baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dengan begini, maka negara imperialis atau negara penjajah akan menjadi semakin kuat.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Imperialisme Adalah – Pengertian, Tujuan, Penyebab dan Jenis.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Imperialisme Adalah – Pengertian, Tujuan, Penyebab dan Jenis pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.

