Rahang ukur pada caliper ketinggian ini posisinya sejajar dengan alas, supaya garis tegak lurus dengan landasan tempat meletakkan benda. Dengan alasan itulah juga, saat menggunakan caliper ketinggian, maka permukaan acuannya harus rata, seperti meja misalnya.
Bagaimana Cara Menggunakan Jangka Sorong?
Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menggunakan mistar sorong atau mistar ingsut. Agar hasil pengukuran yang dilakukan nilainya valid, maka pastikan sudah menggunakan caliper dengan tepat. Caranya adalah sebagai berikut.
- Ambil benda atau obyek yang ingin diukur, misalnya tabung, bola dan lainnya.
- Lalu ambil caliper, bukalah pada bagian rahang geser ke sisi kiri hingga betul-betul rapat supaya hasil pengukurannya akurat.
- Lihat lagi apakah kedua bagian rahang ukur sudah tertutup dan menunjuk pada angka 0 (nol) atau belum. Bagian ini penting supaya tidak terjadi adanya kekeliruan dalam pengukuran atau diistilahkan zero error.
- Setelah itu, kendurkan baut pengunci lalu tarik pada bagian rahang geser ke sisi kanan. Lakukan hingga benda yang akan diukur benar-benar bisa berada diantara kedua rahang tersebut.
- Kalau sudah, letakkan benda yang ingin diukur diantara kedua rahang dan pastikan sekali lagi posisinya berada tepat dan sesuai dengan apa yang diukur.
- Lalu, tarik rahang geser ke sisi kiri hingga bisa menjepit benda atau obyek yang diukur, jangan lupa untuk memutar putar baut pengunci sampai berbunyi “klik”.
- Jika sudah, sekarang perhatikan dengan baik garis yang terhimpit antara skala yang ada di bagian atas dan bagian bawah atau nonius. Lihat berapakah angka yang tepat menyambungkan secara lurus garis pada skala nonius tersebut.
- Terakhir, hitung dengan cara menjumlahkan kedua angka yang didapatkan. Itulah hasil pengukuran dari mistar ingsut atau mistar sorong alias caliper.
Kelebihan Jangka atau Mistar Sorong
Alat ukur ini sering digunakan dalam proyek pembangunan, para teknisi maupun praktikum pelajaran fisika di sekolah. Mengapa venier caliper banyak digunakan, karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan alat ukur lainnya.
Kelebihan yang dimaksud yaitu :
- Kecermatan dan akurasinya tinggi, skala dimulai dari 0,05 mm hingga 0,01 mm
- Bisa digunakan untuk mengukur diameter luar suatu benda, caranya dengan dicapit
- Bisa dipakai untuk mengukur diameter dalam suatu benda, caranya dengan diulur
- Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu benda secara akurat.
- Harganya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan alat ukur sejenis dengan hasil akurasi yang sama.
Contoh Soal dan Pembahasannya
Setelah belajar tentang pengertian, bagian, jenis dan cara menggunakan mistar sorong, supaya lebih paham perlu diberikan latihan soal. Berikut ini contoh soal dan pembahasannya.
1. Contoh Soal 1
Berapakah hasil pengukuran dari mistar sorong seperti pada gambar dibawah ini jika menggunakan satuan mm?
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Jangka Sorong: Pengertian, Gambar, Jenis, Fungsi, Cara dan Contoh.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Jangka Sorong: Pengertian, Gambar, Jenis, Fungsi, Cara dan Contoh pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
