• Makhluk hidup uniseluler: hanya memiliki satu sel (misalnya bakteri, amoeba).
  • Makhluk hidup multiseluler: memiliki banyak sel yang terspesialisasi (misalnya manusia, tumbuhan, hewan).

Sel mengandung organel seperti inti sel, sitoplasma, mitokondria, dan lain-lain yang bekerja sama menjalankan fungsi kehidupan.

Benda mati tidak memiliki sel. Mereka hanya tersusun dari materi atau senyawa kimia, namun tidak memiliki struktur biologis hidup.

6. Adaptasi terhadap Lingkungan

Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, baik secara jangka pendek (respon sementara) maupun jangka panjang (evolusi).

Contoh:

  • Unta memiliki punuk untuk menyimpan lemak agar bisa bertahan di gurun.
  • Daun teratai lebar dan mengapung sebagai adaptasi hidup di air.

Adaptasi ini memungkinkan makhluk hidup bertahan dan bereproduksi dalam berbagai kondisi.

Sebaliknya, benda mati tidak bisa berubah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebuah besi akan tetap berkarat di udara lembap dan tidak punya mekanisme untuk menghindarinya.

Disclaimer: Artikel 10 Karakteristik yang Membedakan Makhluk Hidup dengan Benda Mati merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel 10 Karakteristik yang Membedakan Makhluk Hidup dengan Benda Mati.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel 10 Karakteristik yang Membedakan Makhluk Hidup dengan Benda Mati pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.