QS. Al-Maidah: 38 menyebutkan: “Potonglah tangan pencuri…”
→ Hadits membatasi: pencurian minimal ¼ dinar baru dipotong (HR. Bukhari).
5. Menasakh (menghapus) atau memperbarui hukum sebelumnya
Meski jarang, ada juga hadits yang menghapus atau mengubah hukum yang sebelumnya ditetapkan.
Contoh:
Awalnya Nabi melarang ziarah kubur → kemudian membolehkan dalam hadits:
“Dulu aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang ziarahlah, karena itu mengingatkan akhirat.” (HR. Muslim)
5. Jenis-Jenis Hadits Berdasarkan Fungsi Hukum
Berdasarkan fungsinya, hadits bisa dibedakan menjadi:
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Kenapa Hadits Penting? Ini Fungsi Hadits sebagai Sumber Hukum dalam Islam.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Kenapa Hadits Penting? Ini Fungsi Hadits sebagai Sumber Hukum dalam Islam pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
