

Otak dan sistem saraf pusat manusia mengendalikan fungsi dan gerakan tubuh. Ketika proses ini terganggu, bisa jadi mengakibatkan melemahnya otot, yang berangsur-angsur bisa mengarah ke kondisi serius seperti kelumpuhan. Penggunaan istilah medis untuk menggambarkan melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga mengakibatkan kelumpuhan adalah atrofi otot.
Atrofi otot adalah kondisi yang ditandai dengan mengecilnya massa otot dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada saat otot tidak digunakan atau digunakan sedikit, seperti pada orang yang mengalami immobilisasi jangka panjang atau penyakit neurodegeneratif.
Hasil dari atrofi otot ini adalah kelemahan otot, yang berangsur-angsur bisa mengarah ke kondisi setelahnya, yaitu kelumpuhan. Kelumpuhan adalah kehilangan kemampuan otot untuk bergerak.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan atrofi otot, termasuk keadaan tidak aktif atau imobilisasi, kekurangan gizi, penuaan, serta penyakit seperti ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), dan poliomielitis.
Untuk mencegah atrofi otot dan potensi kelumpuhan, dapat dilakukan beberapa hal berikut:
Kalau berangsur-angsur melemahnya otot mengakibatkan kelumpuhan, proses ini disebut atrofi otot dan dampaknya, kelumpuhan. Dilakukan penanganan yang tepat dapat mencegah kondisi ini atau meminimalkan dampaknya.