

Islam merupakan agama yang sangat luas, dan dalam menjalankan ibadah serta memahami hukum-hukum serta tatanan yang ada di dalamnya, banyak yang harus dipelajari dan difahami oleh seorang muslim. Salah satu konsep yang terdapat dalam Islam adalah mazhab, yang merupakan suatu pandangan atau paham dalam memahami ajaran Islam. Mazhab didirikan oleh para ulama yang ahli dalam ilmu agama, yang bertujuan untuk memudahkan umat dalam mengamalkan ajaran Islam. Lalu, mengapa seorang muslim harus bermazhab jika tidak dapat berijtihad sendiri? Berikut penjelasannya.
Ijtihad bisa diartikan sebagai upaya yang serius dan maksimal yang dilakukan oleh seorang mujtahid dalam mengeluarkan suatu hukum dari sumber hukum syariah berdasarkan metode yang telah ditetapkan. Seseorang yang mampu berijtihad harus mempunyai pengetahuan luas terkait dalil-dalil yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi, serta memahami prinsip dan metode dalam mengambil hukum dari sumber tersebut.
Namun, tidak semua muslim memiliki kemampuan untuk berijtihad, karena tidak semua orang memiliki pengetahuan serta keahlian yang cukup dalam bidang ilmu agama. Di sinilah peran mazhab yang sangat penting. Mazhab adalah hasil ijtihad dari para ulama yang memiliki pengetahuan mendalam dalam Al-Qur’an, Hadits, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dengan mengikuti mazhab, seorang muslim yang tidak bisa berijtihad sendiri akan mendapatkan panduan yang sistematis dan terorganisir dalam memahami ajaran Islam.
Jadi, jawabannya apa? Seorang muslim harus bermazhab jika tidak mampu berijtihad sendiri karena bermazhab memberikan panduan yang sistematis dalam memahami ajaran Islam, melindungi dari kesalahan dalam beragama, serta menghormati para ulama yang telah berusaha untuk memudahkan umat dalam menjalankan ajaran Islam.