Semua ayat ini menunjukkan dengan tegas bahwa Allah SWT tidak menyerupai makhluk-Nya dalam bentuk apa pun. Maknanya tegas, dan tidak butuh takwil yang rumit.
Apa Itu Ayat Mutasyabihat?
1. Definisi dan Karakteristik
Ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang maknanya tidak jelas atau memiliki banyak kemungkinan penafsiran, baik karena menggunakan bahasa metaforis, simbolik, atau berkaitan dengan hal-hal ghaib yang tidak bisa dijangkau sepenuhnya oleh akal manusia.
Dalam konteks bahasa Arab, kata-kata dalam ayat mutasyabihat sering memiliki lebih dari satu makna. Hal ini menuntut kehati-hatian dalam penafsiran, karena salah memahami ayat mutasyabihat bisa mengarah pada penyimpangan akidah dan penyesatan.
2. Contoh Ayat Mutasyabihat
QS. Thaha: 5
“الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى”
“Allah Yang Maha Pengasih bersemayam di atas ‘Arsy.”
Kata “استوى” (istawa) memiliki banyak arti dalam bahasa Arab—di antaranya: menetap, menguasai, naik, atau duduk—bahkan sebagian ulama bahasa menyebutkan lebih dari 15 makna. Tanpa pemahaman dan kehati-hatian, bisa saja ayat ini dipahami secara lahiriah, yang tentu bertentangan dengan ayat muhkamat yang menyatakan bahwa Allah tidak serupa dengan apa pun.
Dua Pendekatan Ulama dalam Menyikapi Ayat Mutasyabihat
1. Metode Tafwidh (Penyerahan Makna kepada Allah)
Ini adalah pendekatan mayoritas ulama salaf, yaitu ulama dari tiga abad pertama Hijriah. Mereka memilih untuk mengimani ayat-ayat mutasyabihat apa adanya, tanpa menafsirkan secara detail. Mereka yakin bahwa maknanya pasti benar, tetapi tidak menetapkan tafsir tertentu, karena hanya Allah yang mengetahui makna sesungguhnya.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Al-Qur’an dan Hadits: Pemahaman dan Sikap yang Bijak.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Al-Qur’an dan Hadits: Pemahaman dan Sikap yang Bijak pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
