Jika masih belum mampu juga, maka diam selama beberapa saat bisa dijadikan pilihan terakhir ketika sampai di bagian membaca Al Fatihah. Sekali lagi, Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya.
5. Membaca Surat Al Qur’an
Pada dasarnya yang menjadi rukun sholat adalah bacaan Al Fatihah, meski begitu akan lebih baik dan sempurna jika dalam sholat membaca surat Al Qur’an setelah membaca Al Fatihah. Bisa berupa surat pendek, surat panjang maupun ayat tertentu sesuai kemampuan.
6. Rukuk
Rukun sholat selanjutnya adalah gerakan ruku’ yang ditandai dengan posisi badan yang membungkuk dengan tangan yang diletakkan pada lutut. Adapun bacaan ruku’ berupa kalimat tasbih.
7. Tuma’ninah
Tuma’ninah merupakan keadaan yang tenang. Jadi pada saat ruku’ setelah baca tasbih maka harus dalam keadaan tenang sejenak sampai bagian persendian pun ikut tenang. Tuma’ninah juga menjadi penanda bahwa sholat harus tenang dan tidak boleh tergesa-gesa.
8. I’tidal
Setelah tuma’ninah maka bisa bangkit dari ruku’ dan menegakkan badan kembali atau melakukan i’tidal.
9. Tuma’ninah
Setelah selesai membaca doa i’tidal maka selanjutnya bisa kembali tuma’ninah dengan tenang sejenak.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Niat Sholat Subuh Sendiri, Berjamaah, Qodho Latin & Arab.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Niat Sholat Subuh Sendiri, Berjamaah, Qodho Latin & Arab pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
