

Mesolitikum atau Zaman Tengah Batu merupakan sebuah periode dalam sejarah prasejarah manusia yang berlansung antara Paleolitikum (Zaman Batu Tua) dan Neolitikum (Zaman Batu Muda). Periode ini dipenuhi dengan transformasi besar dalam teknologi dan gaya hidup manusia. Salah satu aspek paling menonjol dari periode ini adalah keberadaan budaya Kjokkenmoddinger yang dapat ditemukan dalam berbagai situs arkeologi.
Kjokkenmoddinger, juga dikenal sebagai cangkang dapur atau tumpukan sampah dapur, merupakan tumpukan sampah prasejarah yang terdiri dari cangkang kerang, tulang, potongan batu, dan bahan organik lainnya. Nama ini berasal dari bahasa Denmark, yang berarti ‘tumpukan sampah dapur’. Ciri khas ini banyak ditemukan pada situs-situs arkeologi Mesolitikum, khususnya di wilayah Skandinavia dan beberapa bagian pantai lainnya di Dunia.
Adanya budaya Kjokkenmoddinger pada masa Mesolitikum menunjukkan beberapa hal penting tentang cara hidup dan keadaan masyarakat di masa itu. Beberapa poin berikut ini menunjukkan apa yang dapat ditunjukkan oleh keberadaan budaya Kjokkenmoddinger:
Maka, kebudayaan Kjokkenmoddinger pada masa Mesolitikum menjadi indikator penting dalam memahami bagaimana masyarakat prasejarah hidup dan beradaptasi dengan lingkungan mereka. Ini juga memberikan bukti pertama dari pengeksploitasian sumber daya laut oleh manusia pada skala besar.