

Seiring berjalannya waktu, berbagai paham atau ajaran muncul dan berkembang dalam masyarakat. Salah satunya adalah paham yang menganggap kepentingan pribadi atau individu sebagai pusat perhatian, seringkali dianggap lebih penting daripada kebersamaan atau kolektif. Dalam dunia filsafat dan sosial politik, paham ini sering disebut dengan Individualisme.
Paham individualisme berasal dari kata ‘individu’ yang berarti satu atau sendiri. Artinya, dalam paham ini, individu merupakan pusat dari semua kegiatan, dan kepentingan pribadi dianggap lebih penting daripada kepentingan kelompok atau masyarakat. Dalam pandangan ini, setiap individu mempunyai hak dan kebebasan untuk menentukan apa yang menjadi kepentingan pribadinya dan bagaimana cara meraihnya.
Individualisme cenderung menghargai dan mendukung kebebasan pribadi dan penekanan pada hak individu. Fitur utama dari paham individualisme meliputi:
Namun, harus diingat bahwa pendekatan hidup semacam ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, individualisme mendorong inisiatif, kreativitas, dan kemandirian. Di sisi lain, individualisme yang berlebihan bisa dianggap tidak mempedulikan kepentingan masyarakat secara keseluruhan, dan dapat memicu konflik dan perpecahan.
Memahami paham individualisme ini penting agar kita bisa mengevaluasi dan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kebersamaan dalam masyarakat.
Paham yang menganggap kepentingan pribadi lebih penting daripada kebersamaan disebut apa?
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, paham yang menganggap kepentingan pribadi lebih penting daripada kebersamaan disebut sebagai individualisme.
Jadi, jawabannya apa?
Jawabannya ialah Individualisme.