

Pantun adalah salah satu bentuk sastra lisan Melayu yang merupakan bentuk puisi yang unik dan memiliki ciri khas. Pantun biasanya terdiri dari empat baris, dan strukturnya sering kali memiliki irama yang khas. Pantun sudah ada sejak zaman dahulu kala, dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Melayu hingga saat ini. Pantun memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah pantun humor atau doktrin yang isinya dapat membuat pendengar tertawa.
Pantun humor atau pantun jenaka adalah jenis pantun yang berisi cerita atau ungkapan lucu yang bertujuan untuk menghibur, mengajak senyum, atau membuat pendengar tertawa. Pantun jenaka ini sangat cocok untuk mengisi acara-acara santai atau hiburan, seperti di acara pernikahan, reuni, maupun dalam obrolan bersama teman. Pantun jenaka juga sering digunakan sebagai cara memperkenalkan kebudayaan pantun kepada generasi muda yang lebih menyukai humor dan kesenangan.
Berikut beberapa contoh pantun jenaka yang dapat membuat pendengar tertawa:
Dibeliin sepeda gede,Teman-teman jadi iri.Dibeliin permen tongkat,Jadi hebat disisir pemuda. Cari jalan di selokan,Eh, ketemu pacar buaya.Cari pasangan akhwat,Eh, ketemu pacar ustadz.Pantun jenaka memiliki beberapa unsur penting yang membuatnya terasa lucu dan menarik bagi pendengar, antara lain:
Secara keseluruhan, pantun jenaka adalah salah satu jenis pantun yang isinya bertujuan untuk menghibur dan membuat pendengar tertawa. Pantun jenaka memiliki ciri khas dalam pemilihan kata, rima, dan unsur kejutan yang membuatnya jadi menarik dan sering digunakan sebagai hiburan dalam berbagai acara. Selain itu, pantun jenaka juga memiliki nilai sebagai salah satu cara mengenalkan kebudayaan pantun kepada generasi muda yang lebih menyukai humor dan kesenangan.