100+ Peribahasa tentang Kehidupan dan Maknanya

5. Air susu dibalas air tuba

Artinya: kebaikan dibalas dengan kejahatan.

6. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya

Artinya: sifat anak biasanya tidak jauh dari orang tua.

7. Kerbau punya susu sapi punya nama

Artinya: orang lain yang bekerja, orang lain yang mendapat pujian.

8. Lempar batu sembunyi tangan

Artinya: berbuat salah tetapi tidak mau bertanggung jawab.

100 Peribahasa tentang Kehidupan

Berikut 100 peribahasa tentang kehidupan yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia beserta makna singkatnya:

  1. Air beriak tanda tak dalam — orang sombong biasanya kurang ilmu.
  2. Ada gula ada semut — tempat menarik pasti didatangi banyak orang.
  3. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit — usaha kecil jika rutin akan berhasil.
  4. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian — bersusah dahulu bersenang kemudian.
  5. Tong kosong nyaring bunyinya — orang banyak bicara biasanya kurang isi.
  6. Bagai pungguk merindukan bulan — berharap sesuatu yang sulit tercapai.
  7. Gajah di pelupuk mata tak tampak — kesalahan sendiri tidak disadari.
  8. Air tenang menghanyutkan — orang pendiam bisa saja berbahaya atau berilmu.
  9. Sambil menyelam minum air — melakukan dua hal sekaligus.
  10. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga — kesalahan kecil merusak semuanya.
  11. Bagai air di daun talas — tidak tetap pendirian.
  12. Tak ada gading yang tak retak — tidak ada manusia yang sempurna.
  13. Malu bertanya sesat di jalan — jika tidak mau bertanya akan tersesat.
  14. Seperti katak dalam tempurung — orang yang wawasannya sempit.
  15. Sepandai-pandai tupai melompat, jatuh juga — sehebat apa pun orang pasti bisa salah.
  16. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing — kerja sama dalam hidup.
  17. Bagai ayam kehilangan induk — kebingungan tanpa arah.
  18. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading — orang baik dikenang jasanya.
  19. Pagar makan tanaman — orang yang merugikan orang yang membesarkannya.
  20. Seperti air di atas daun keladi — nasihat tidak masuk ke hati.
  21. Air susu dibalas air tuba — kebaikan dibalas kejahatan.
  22. Jangan besar kepala — jangan sombong.
  23. Besar pasak daripada tiang — pengeluaran lebih besar dari pendapatan.
  24. Ada udang di balik batu — ada maksud tersembunyi.
  25. Lain ladang lain belalang — setiap tempat punya aturan berbeda.
  26. Nasi sudah menjadi bubur — sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa diubah.
  27. Bagai kacang lupa kulitnya — lupa asal-usul.
  28. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung — menghormati adat setempat.
  29. Tak kenal maka tak sayang — tidak mengenal tidak akan mencintai.
  30. Seperti anjing dengan kucing — selalu bertengkar.
  31. Mati satu tumbuh seribu — semangat tidak mudah padam.
  32. Bagaikan aur dengan tebing — kerja sama yang saling mendukung.
  33. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing — kebersamaan dalam hidup.
  34. Seperti tikus mati di lumbung padi — hidup berkecukupan tapi tetap sengsara.
  35. Seperti ikan di dalam air — hidup nyaman di lingkungan sendiri.
  36. Kecil-kecil cabe rawit — kecil tapi kuat atau berani.
  37. Air beriak tanda tak dalam — orang banyak bicara belum tentu pintar.
  38. Seperti padi, makin berisi makin merunduk — semakin berilmu semakin rendah hati.
  39. Sudah jatuh tertimpa tangga — tertimpa masalah berturut-turut.
  40. Tak ada rotan akar pun jadi — jika tidak ada yang terbaik, gunakan alternatif.
  41. Biar lambat asal selamat — lebih baik lambat tapi aman.
  42. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui — sekali usaha mendapat banyak hasil.
  43. Bagai telur di ujung tanduk — dalam keadaan sangat berbahaya.
  44. Sedia payung sebelum hujan — bersiap sebelum terjadi masalah.
  45. Kalah jadi abu, menang jadi arang — tetap rugi dalam perselisihan.
  46. Panas setahun hilang oleh hujan sehari — kesalahan besar bisa hilang oleh kebaikan kecil.
  47. Ada uang ada barang — sesuatu didapat jika ada pembayaran.
  48. Tak ada rotan akar pun jadi — keterbatasan bukan alasan berhenti.
  49. Seperti itik pulang petang — berjalan beriringan dengan rapi.
  50. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah — memberi lebih baik daripada meminta.
  51. Bagai embun di pagi hari — sesuatu yang sementara.
  52. Seperti api dalam sekam — masalah tersembunyi yang bisa meledak.
  53. Bagai menegakkan benang basah — pekerjaan sulit dilakukan.
  54. Air jatuh ke batu — usaha yang sia-sia.
  55. Kera mendapat bunga — sesuatu yang tidak dimanfaatkan dengan baik.
  56. Bagai kapal tanpa nakhoda — hidup tanpa arah.
  57. Habis manis sepah dibuang — setelah tidak berguna ditinggalkan.
  58. Seperti kerbau dicucuk hidung — mudah dipengaruhi orang lain.
  59. Lebih baik putih tulang daripada putih mata — lebih baik mati daripada malu.
  60. Bagai burung dalam sangkar — hidup terkurung.
  61. Jangan menepuk air di dulang — jangan membuka aib sendiri.
  62. Bagai batu jatuh ke lubuk — hilang tanpa jejak.
  63. Seperti anjing menggonggong bulan — usaha sia-sia.
  64. Air susu dibalas air tuba — kebaikan dibalas kejahatan.
  65. Berjalan pelan-pelan sampai tujuan — kesabaran membawa hasil.
  66. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang — sudah mulai harus diselesaikan.
  67. Bagaikan api dengan asap — selalu bersama.
  68. Bagai pinang dibelah dua — sangat mirip.
  69. Seperti air di daun talas — tidak tetap pendirian.
  70. Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas — tetap abadi.
  71. Hidup seperti roda berputar — kadang di atas, kadang di bawah.
  72. Seperti kapal karam — kehilangan harapan.
  73. Bagai bunga layu sebelum berkembang — harapan yang pupus.
  74. Seperti bulan jatuh ke riba — mendapat keberuntungan besar.
  75. Bagai anjing diberi makan tulang — tidak puas walau sudah diberi.
  76. Bagaikan menabur garam di laut — usaha yang sia-sia.
  77. Bagai duri dalam daging — sesuatu yang sangat mengganggu.
  78. Air di daun keladi — nasihat tidak dihiraukan.
  79. Seperti kambing hitam — yang disalahkan atas kesalahan orang lain.
  80. Bagai harimau menyembunyikan kuku — menyembunyikan kekuatan.
  81. Seperti lilin membakar diri — berkorban untuk orang lain.
  82. Bagai pohon tanpa akar — tidak punya dasar kuat.
  83. Seperti ular menyusur akar — mencari keuntungan diam-diam.
  84. Bagai air dan minyak — tidak bisa bersatu.
  85. Seperti petir di siang bolong — kejadian mengejutkan.
  86. Bagai orang mengantuk disorong bantal — sangat tepat waktunya.
  87. Seperti kucing jatuh di atas kaki — selalu selamat.
  88. Bagai padi di atas bukit — mudah terlihat.
  89. Seperti pasir di pantai — sangat banyak jumlahnya.
  90. Bagai air mengalir — mengikuti keadaan.
  91. Seperti api kecil menjadi besar — masalah kecil bisa membesar.
  92. Bagai bangkai hidup kembali — sesuatu yang lama muncul lagi.
  93. Seperti embun jatuh ke tanah — cepat hilang.
  94. Bagai ranting patah — tidak kuat lagi.
  95. Seperti batu keras — tidak mudah berubah.
  96. Bagai sungai tak berujung — sangat panjang prosesnya.
  97. Seperti hujan di tengah kemarau — kabar baik di saat sulit.
  98. Bagai bunga di taman — indah dipandang.
  99. Seperti daun jatuh ke tanah — kembali ke asal.
  100. Hidup seperti air mengalir — jalani hidup dengan tenang dan ikhlas.

Makna Peribahasa sebagai Cermin Kehidupan

Peribahasa tidak hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga mencerminkan cara berpikir masyarakat. Banyak nilai yang terkandung di dalamnya, seperti:

Disclaimer: Artikel 100+ Peribahasa tentang Kehidupan dan Maknanya merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel 100+ Peribahasa tentang Kehidupan dan Maknanya.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel 100+ Peribahasa tentang Kehidupan dan Maknanya pada kategori Inspirasi hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.