

Di era modern ini, kita seringkali mendengar tentang urbanisasi, yakni migrasi penduduk dari desa ke kota. Namun, ada juga fenomena yang sebaliknya, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Fenomena ini disebut dengan istilah “Counter-Urbanisation”.
Counter-Urbanisation adalah perpindahan penduduk atau peralihan penduduk dan kegiatan dari daerah perkotaan ke daerah pedesaan. Proses ini biasanya terjadi saat seseorang atau keluarga memutuskan untuk pindah dan menetap di desa setelah sebelumnya menetap di kota. Banyak faktor yang dapat mendorong proses ini, salah satunya adalah keinginan untuk memiliki gaya hidup yang lebih tenang dan jauh dari keramaian kota.
Ada banyak alasan kenapa seseorang memilih untuk melakukan counter-urbanisation. Beberapa faktor yang biasa adalah:
Counter-Urbanisation tidak hanya berdampak pada individu yang melakukan perpindahan, tetapi juga pada komunitas dan infrastruktur di kota dan desa. Di kota, bisa jadi ada penurunan jumlah penduduk. Sedangkan di desa, ada peningkatan penduduk yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan perubahan sosial.
Jadi, jawabannya apa? Perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap disebut dengan istilah “Counter-Urbanisation”. Fenomena ini menggambarkan keinginan manusia untuk kembali ke alam dan mengejar gaya hidup yang lebih tenang dan terkoneksi dengan akarnya.