

Dalam memahami salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah, kita perlu memahami matan keyakinan serta cita-cita hidup organisasi ini. Matan keyakinan berhubungan dengan pendirian dasar ajaran yang diyakini atau keyakinan dasar, sedangkan cita-cita hidup mencakup tujuan dan ambisi yang diharapkan untuk dicapai.
Empat matan keyakinan yang menjadi dasar Muhammadiyah adalah iman, Islam, ihsan, dan emisi. Keempat keyakinan ini berakar dari Al-Qur’an dan Hadits, dan menjadi fundamen dari ajaran dan praktik Muhammadiyah.
Iman: Dalam konteks Muhammadiyah, iman merujuk pada keyakinan dasar tentang keberadaan dan kesatuan Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir.
Islam: Muhammadiyah mengambil perspektif yang universal terhadap Islam, memandangnya sebagai cara hidup yang lengkap dan menyeluruh yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik individual maupun sosial.
Ihsan: Konsep ini merujuk pada peningkatan kualitas ibadah dan perilaku moral individu untuk mencapai kebaikan dan kebenaran yang mutlak.
Emisi: Ini adalah matan keyakinan tentang tanggung jawab sosial dan moral setiap individu dan komunitas, yang didasarkan pada keyakinan bahwa semua tindakan seseorang memiliki konsekuensi moral.
Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan dengan tujuan melawan kemiskinan, kebodohan, dan kerusakan aqidah. Cita-cita hidup Muhammadiyah mencakup tujuan seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa tujuan utama yang ingin dicapai Muhammadiyah antara lain:
Sebagai organisasi Islam yang telah ada selama lebih dari seabad, Muhammadiyah terus berusaha untuk mewujudkan matan keyakinan dan cita-cita hidup ini dalam praktiknya. Dengan berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pembaharuan, Muhammadiyah berupaya memperbarui pemahaman dan praktek Islam di Indonesia.