

Tolak peluru adalah salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam kejuaraan internasional seperti Olimpiade dan Piala Dunia. Olahraga ini memiliki tujuan untuk melemparkan bola pejal, yang biasa disebut “peluru”, sejauh mungkin menggunakan kekuatan tubuh dan teknik yang tepat. Beberapa teknik berbeda telah dikembangkan sepanjang sejarah tolak peluru, dengan salah satunya adalah gaya tolak peluru yang diawali dengan awal membelakangi tolakan.
Gaya ini, yang dikenal sebagai lontar glid atau gaya membelakangi tolakan, adalah teknik yang melibatkan para atlet menempatkan diri mereka dalam posisi yang berlawanan arah dengan bidikan. Sebelum mengesamping, kaki atlet di sebelah luar harus menopang tubuh, sementara lengan mantap memegang peluru di sebelah intinya. Tubuh juga harus miring agar atlet bisa membalikannya, dan memberikan kecepatan cepat untuk mendapatkan tolakan maksimal pada peluru.
Keuntungan menggunakan lontar glid adalah:
Namun, gaya ini juga memiliki beberapa kelemahan, seperti:
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan gaya tolak peluru lontar glid, banyak atlet pada level profesional dan amatir yang berhasil mencetak rekor jarak yang mengesankan menggunakan teknik ini. Dalam olahraga tolak peluru, memiliki keterampilan dan teknik yang kuat dalam salah satu gaya adalah kunci untuk kemenangan, dan pilihan untuk menggunakan gaya membelakangi tolakan sangat bergantung pada preferensi dan keahlian atlet itu sendiri.
Jadi, jawabannya apa? Salah satu gaya tolak peluru dengan awalan membelakangi tolakan dinamakan lontar glid atau gaya membelakangi tolakan.