Informasi yang ada di atas lempengan tanah liat tersebut di antaranya adalah barang yang ditukarkan, orang yang menjual, orang yang membeli, dan waktu saat transaksi dilakukan. Mereka juga sudah mencatatkan arus keluar, sehingga lebih modern dari zaman Mesir Kuno.
Selain itu, orang Babilonia juga mengenal prinsip peminjaman. Jadi, tidak hanya transaksi pembelian dan penjualan saja yang dicatat. Di atas tablet ada beberapa informasi seperti debitur, kreditor, waktu pembayaran, dan juga jumlah serta jenis barang yang dipinjamkan.
Zaman Cina Kuno
Di era ini, sejarah akuntansi pun tercatat dengan baik. Awal mula akuntansi di zaman Cina Kuno adalah pada saat dinasti Chao karena dianggap lebih modern, jauh lebih baik daripada era Babilonia. Hanya saja, pencatatan akuntansi di zaman ini fokus pada program yang ada di masa dinasti tersebut.
Zaman Cina Kuno sudah menggunakan lembaran kertas yang cukup awet dan banyak peninggalannya yang bisa digali hingga saat ini. Isi dari catatan akuntansi mereka pun berupa penjualan dan laba yang mereka terima, baik transaksi yang ada di area mereka atau saat mereka memulai pelayaran di masa tersebut.
Zaman Yunani Kuno
Praktik akuntansi yang terjadi di zaman Yunani Pertengahan menjadi awal mula sejarah akuntansi yang ada di Eropa. Catatan transaksinya menjadi yang tertua di benua ini. Isi transaksinya cenderung berfokus kepada penjualan dan peminjaman. Di zaman ini dikenal istilah aktiva dalam akuntansi.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Sejarah Akuntansi di Dunia dan Indonesia Singkat & Perkembang.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Sejarah Akuntansi di Dunia dan Indonesia Singkat & Perkembang pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
