

Novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan sebuah karya sastra kontemporer karya Ahmad Tohari, yang merupakan seorang penulis terkemuka asal Indonesia. Setting novel ini berlokasi di pedesaan Jawa, dan menceritakan tentang nasib dan kehidupan seorang perempuan yang menjadi ronggeng, yaitu seorang penari tradisional Jawa. Berikut ini adalah ulasan mengenai tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung dalam novel ini.
Srintil adalah karakter utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk. Srintil adalah seorang penari ronggeng, bentuk kesenian tradisional Jawa yang sering dihubungkan dengan kelas bawah dan stigma sosial. Srintil digunakan oleh pengarang untuk menggambarkan kisah tragis dan kompleks dari kehidupan sosial, politik, dan budaya di Indonesia pada periode yang dituturkan dalam novel ini, yaitu kisah peperangan dan masa-masa gelap dalam sejarah Indonesia.
Srintil lahir dan dibesarkan di Dukuh Paruk, sebuah desa kecil dan miskin. Ia menjadi ronggeng karena dianggap reinkarnasi dari ronggeng legendaris, dan diharapkan bisa membawa kemakmuran bagi desa. Meski mengalami berbagai kesulitan dan diskriminasi, Srintil tetap berusaha mengejar kebahagiaan dan mencari tempatnya dalam masyarakat.
Ada beberapa tokoh pendukung yang penting dalam novel ini:
Melalui interaksi Srintil dengan tokoh-tokoh pendukung ini, Ahmad Tohari berhasil menggambarkan berbagai aspek dan problematika kehidupan sosial dan budaya Indonesia, terutama dalam konteks rural dan urban, tradisi versus modernitas, dan sebagainya.