

Kebhinekaan adalah salah satu pilar dasar yang menopang eksistensi sebuah negara, khususnya bagi negara yang memiliki keragaman suku, budaya, agama, dan ras seperti Indonesia. Namun, untuk menjaga dan merawat kebhinekaan ini, diperlukan sikap dan perilaku yang baik dari seluruh komponen bangsa. Keharmonisan hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk tak akan pernah tercapai jika ada sikap dan perilaku yang dapat merusak kebhinekaan. Oleh karena itu, sikap dan perilaku yang dapat merusak kebhinekaan bangsa harus dihindari. Berikut penjelasan lebih lanjut.
Keberagaman bangsa Indonesia dalam hal suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) adalah bagian yang tak terpisahkan dari esensi negara kita. Namun, keberagaman ini terkadang justru dimanfaatkan oleh segelintir pihak sebagai alat untuk mencapai keinginan dan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, yang tentunya dapat merusak kebhinekaan bangsa.
Berikut sikap dan perilaku yang perlu dihindari:
Apabila kita tidak menjunjung nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 serta mengabaikan semangat Bhinneka Tunggal Ika, maka kedamaian, kerukunan, dan kebersamaan yang selama ini kita jalani bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa runtuh. Perpecahan dan konflik horizontal berpotensi melanda, dan itu justru akan memperlemah negara ini.
Jadi, kesimpulannya, menjaga kebhinekaan jauh lebih penting daripada mengedepankan ego dan kepentingan pribadi atau kelompok. Indonesia adalah rumah kita bersama dan kita adalah satu. Kita harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari sikap dan perilaku yang dapat merusak kebhinekaan.
Jadi, jawabannya apa? Jawabannya terletak pada kita masing-masing untuk berperan aktif dalam mencegah sikap dan perilaku yang dapat merusak kebhinekaan bangsa dan memajukan sikap dan perilaku yang memperkuat kebhinekaan. Selalu ingat motto negara kita, Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti ‘Berbeda-beda tetapi tetap satu’.