Utsman bin Affan mendapat gelar "Dzun Nurain" (ذو النورين) yang berarti "Pemilik Dua Cahaya" karena beliau menikahi dua putri dari Muhammad secara bergantian.
Dua "cahaya" yang dimaksud adalah:
Awalnya, Utsman menikah dengan Ruqayyah. Keduanya hijrah bersama ke Habasyah (Etiopia) dan kemudian ke Madinah. Namun, Ruqayyah wafat pada tahun 624 M, bertepatan dengan berlangsungnya Perang Badar.
Setelah masa berkabung selesai, Nabi Muhammad menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum. Dari peristiwa inilah Utsman memperoleh julukan Dzun Nurain, karena menjadi satu-satunya sahabat yang mendapat kehormatan menikahi dua putri Nabi.
Menurut berbagai riwayat, Nabi Muhammad pernah menyatakan bahwa seandainya beliau memiliki putri ketiga, maka putri tersebut juga akan dinikahkan dengan Utsman. Hal ini menunjukkan besarnya kepercayaan dan penghormatan Nabi kepada Utsman.
Selain dikenal dengan gelar Dzun Nurain, Utsman juga dikenang sebagai khalifah ketiga dalam masa Khulafaur Rasyidin yang berjasa besar dalam penyusunan dan penyebarluasan mushaf Al-Qur'an standar, yang kemudian dikenal sebagai Mushaf Utsmani.
Singkatnya, Utsman diberi gelar "Pemilik Dua Cahaya" karena beliau menikahi dua putri Nabi Muhammad, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum, sehingga memperoleh kehormatan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.