Doa pembuka aura wajah merupakan doa yang dipanjatkan agar wajah tampak berseri-seri dan memancarkan aura positif. Doa yang Anda tuliskan merupakan doa yang sahih dan berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Muhammad ketika melaksanakan salat malam (tahajud). Hadis tersebut tercantum dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Meskipun di masyarakat doa ini sering disebut sebagai doa agar wajah bercahaya, makna "cahaya" (nur) dalam hadis ini tidak terbatas pada kecantikan fisik. Cahaya yang dimaksud mencakup petunjuk, keimanan, ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta kebaikan yang terpancar melalui ucapan dan perilaku seseorang.
Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا
Latin:
Allāhummaj‘al fī qalbī nūran, wa fī sam‘ī nūran, wa fī baṣarī nūran, wa ‘an yamīnī nūran, wa ‘an yasārī nūran, wa fawqī nūran, wa taḥtī nūran, wa amāmī nūran, wa khalfī nūran, waj‘al lī nūran.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya pada pendengaranku, cahaya pada penglihatanku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan jadikanlah untukku cahaya."
Dalam beberapa riwayat terdapat tambahan lafaz:
وَأَعْظِمْ لِي نُورًا
"Wa a‘ẓim lī nūran."
Artinya: "Dan agungkanlah cahaya itu untukku."
Agar doa ini memberikan manfaat yang lebih besar, amalkan dengan niat memohon petunjuk dan perbaikan diri. Wajah yang tampak bercahaya dalam Islam tidak hanya berasal dari penampilan luar, tetapi juga dari hati yang bersih, ibadah yang istiqamah, akhlak yang baik, serta kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan diri.