Artikel ini, Berlari-Lari Kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah Sebanyak Tujuh Kali Merupakan Salah Satu Rukun Haji dan Umrah yang Disebut, dibuat dengan struktur yang sederhana namun informatif, sehingga pembaca dapat menangkap konsep dasar dengan mudah.
berlari lari kecil lebih mudah dipahami jika dijelaskan dari bagian paling sederhana menuju bagian yang lebih kompleks.
Jangan skip bagian akhir karena ada informasi penting yang merangkum pembahasan.
Ritual berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Sa’i, merupakan salah satu rukun Haji dan Umrah yang penting dalam Islam. Ritual ini dilakukan oleh setiap Muslim yang berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji atau Umrah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Latar Belakang Ritual Sa’i
Konsep Sa’i dalam Islam memiliki latar belakang sejarah yang erat kaitannya dengan kisah Nabi Ibrahim AS, istrinya Hajar dan putranya Ismail. Saat Hajar dan Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di lembah Mekkah yang tandus atas perintah ilahi, Hajar mencari air untuk Ismail yang tengah menangis kehausan dengan berlari kecil antara dua bukit yaitu Shafa dan Marwah.
Allah kemudian menghadiahkan mata air zam-zam kepada Hajar dan Ismail sebagai hasil dari usaha yang telah Hajar lakukan. Sejarah ini kemudian menjadi fondasi dari ritual Sa’i yang kita kenal dalam ibadah Haji dan Umrah hari ini.
Proses Melakukan Sa’i
Dalam melakukan Sa’i, jamaah haji atau umrah harus berjalan kaki atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Jarak antara kedua bukit ini kira-kira 450 meter, sehingga total jarak yang harus ditempuh dalam ritus Sa’i ini adalah sekitar 3,15 kilometer.
