Dalam Anggaran Kita Mengenal Anggaran Fleksibel dan Anggaran Statis, Bagaimanakah Kedua Anggaran Tersebut Dapat Digunakan Untuk Mengukur Efisiensi Dari Kerja Manajer? dibuat agar pembaca bisa memahami dengan cepat dan efisien, tanpa harus mengulang bacaan berkali-kali.
Dasar anggaran kita mengenal penting dipahami agar tahapan berikutnya lebih mudah dan tidak membuat pembaca kehilangan konteks.
Pastikan membaca artikel ini sampai akhir agar tidak kehilangan informasi penting dari tiap bagian.
Anggaran merupakan instrumen penting dalam operasi bisnis, memainkan peran kunci dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja. Dua jenis anggaran yang banyak dikenal adalah anggaran statis (fixed budget) dan anggaran fleksibel (flexible budget). Kedua jenis anggaran ini masing-masing memiliki kegunannya sendiri dalam mengukur efisiensi kinerja manajer. Mari kita telusuri lebih lanjut.
Anggaran Statis
Anggaran statis, seperti namanya, dibuat berdasarkan jumlah output atau penjualan tertentu dan tidak berubah sepanjang periode anggaran. Ini digunakan sebagai alat untuk perencanaan dan kontrol, memungkinkan manajer menetapkan target dan membandingkan kinerja sebenarnya dengan target yang telah ditetapkan. Efisiensi manajer dapat diukur dengan melihat sejauh mana kinerja aktual berada di bawah atau melebihi anggaran statis.
Namun demikian, anggaran statis memiliki keterbatasan. Tak dapat disangkal, perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Jika terjadi perubahan signifikan dalam volume produksi atau penjualan, anggaran statis dapat menjadi alat yang kurang efektif untuk mengukur kinerja.
Anggaran Fleksibel
Mengatasi keterbatasan anggaran statis, anggaran fleksibel disusun untuk berbagai level kegiatan atau output. Anggaran ini sesuai untuk mengukur efisiensi manajer dalam situasi yang berubah-ubah. Manajer dinilai berdasarkan bagaimana mereka mengendalikan biaya dalam berbagai tingkat produksi atau penjualan, bukan hanya pada tingkat yang ditentukan dalam anggaran statis.
