Cerita Hikayat: Judul, Contoh, Bentuk dan Nilai yang Terkandung
4. Nilai Budaya
Nilai yang paling menonjol dalam hikayat adalah budaya. Jika dicermati, pada umumnya, kisah hikayat sangat kental dengan budaya-budaya Melayu yang merupakan daerah asalnya. Membaca kisah-kisah hikayat juga dapat membuat orang lebih mengenal budaya Melayu.
Begitu juga jika yang dibaca adalah hikayat tanah Jawa, maka yang diangkat adalah nilai-nilai budaya Jawa, seperti Hikayat Panji Semirang, Hikayat Anglingdarma dan sebagainya. Hikayat Jawa banyak dipengaruhi oleh budaya India dan Arab, contohnya pada cerita pewayangan.
Bentuk-Bentuk Hikayat
Apa saja bentuk hikayat itu? Menurut apa yang sudah dijelaskan diawal bahwa hikayat merupakan sastra kuno dari Melayu yang berisi cerita, silsilah maupun undang-undang, yang sifatnya bisa rekaan, mengandung nilai sejarah dan lain-lain.
Hikayat adalah karya sastra kuno dari Melayu dan ditulis dalam beberapa bentuk berikut ini.
1. Cerita Rakyat
Bentuk hikayat yang paling populer adalah cerita rakyat. Contohnya, kisah Malin Kundang, Hang Tuah, Hikayat Roro Jonggrang, Hikayat 1001 Malam dan masih banyak lagi. Bahkan, tidak jarang cerita hikayat dibacakan saat menjelang tidur oleh orang tua kepada anaknya.
2. Roman
Roman adalah cerita hikayat yang berisi tentang kisah percintaan tokoh-tokoh didalamnya. Contoh hikayat roman yang sangat dikenal misalnya Siti Nurbaya. Kalau cerita roman dari luar negeri yang sangat populer yaitu kisah Romeo dan Juliet.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Cerita Hikayat: Judul, Contoh, Bentuk dan Nilai yang Terkandung.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Cerita Hikayat: Judul, Contoh, Bentuk dan Nilai yang Terkandung pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.

