Setelah dekat dan sepasang muda mudi tersebut menuruni kapal, bertapa terkejutnya Mande Rubayah, karena pemuda tersebut adalah Malin Kundang, anaknya. Tanpa pikir panjang, Mande Rubayah langsung memeluk anaknya sambil berkata “Malin, bagaimana kabarmu Nak”.
Malin si Anak Durhaka
Tidak dinyana oleh Mande Rubayah, pemuda yang dipeluknya tersebut tidak mengakui bahwa dirinya adalah Malin Kundang, anak yang ditunggunya selama ini. Bahkan, perempuan yang bersamanya bertanya pada Malin dengan sombong, “apakah wanita tua jelek ini ibumu?”
Malin yang telah menikah dengan puteri bangsawan kaya merasa malu dengan keadaan ibunya yang tua dan pakainnya compang camping. Malin langsung berteriak sambil mendorong ibunya ke pasir dan berkata “hai wanita tua gila, jangan mengaku-aku sebagai ibuku, aku tidak mengenalmu”.
Mande Rubayah langsung terkapar di pasir dengan keadaan menangis sedih. Hatinya pilu karena anak yang dicintainya tidak mengakuinya. Dalam kesedihannya, ibunya berdoa dan seketika langit menjadi gelap.
Serta merta kapal Malin Kundang tersambar badai dan setelah itu, terdapat bongkahan batu yang bentuknya seperti Malin Kundang. Ibu yang telah tersakiti hatinya oleh anaknya yang durhaka meminta keadilan pada Tuhan dan datanglah kutukan yang membuat Malin menjadi batu.
2. Hikayat Roro Jonggrang
Pada zaman dulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Prambanan yang dipimpin oleh seorang raja yaitu Prabu Baka. Sang raja memiliki putri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang. Suatu hari terjadi pertempuran antara Kerajaan Baka dan Kerajaan Pengging, dipimpin Bandung Bondowoso.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Cerita Hikayat: Judul, Contoh, Bentuk dan Nilai yang Terkandung.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Cerita Hikayat: Judul, Contoh, Bentuk dan Nilai yang Terkandung pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
