Majapahit (bahasa Jawa: ꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀, translit. Måjåpahit; pelafalan: [mɔd͡ʒɔpaɪt] dialek timur dan tengah, atau [mad͡ʒapaɪt] dialek barat), yang juga dikenal dengan sebutan Wilwatikta, adalah sebuah kemaharajaan Hindu-Buddha yang berbasis di pulau Jawa, Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13 oleh Raden Wijaya, Majapahit tumbuh menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14.

Pada masa kejayaannya, Majapahit melakukan ekspansi militer dan diplomasi yang luas hingga wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara, termasuk sebagian Asia Tenggara. Wilayah kekuasaannya, menurut naskah Nagarakretagama (1365), meliputi 98 wilayah kekuasaan dari Sumatra hingga Papua, termasuk Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand selatan, Timor Leste, dan Filipina barat daya. Majapahit mempraktikkan sistem mandala, di mana kerajaan bawahan mengirim upeti tahunan tetapi tetap mempertahankan kedaulatan budaya dan politiknya sendiri.

Sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha terakhir di Nusantara, Majapahit dianggap sebagai tonggak sejarah penting bagi perkembangan politik, budaya, dan ekonomi Indonesia. Warisan Majapahit bahkan dijadikan inspirasi dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia modern.

Melalui artikel ini, kita akan menelusuri sejarah, pemerintahan, dan warisan budaya yang ditinggalkan oleh Kerajaan Majapahit, yang hingga kini masih meninggalkan jejak yang kuat dalam identitas bangsa.

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Didirikan pada akhir abad ke-13 di Jawa Timur, Majapahit dikenal karena kejayaannya yang meliputi hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia modern, pengaruh politik yang luas, dan perkembangan budaya yang tinggi. Artikel ini membahas sejarah, pemerintahan, kehidupan sosial, budaya, ekonomi, militer, ekspansi wilayah, kemunduran, dan warisan Kerajaan Majapahit.

Latar Belakang dan Sejarah Kerajaan Majapahit

Asal-usul dan Pendirian
Majapahit didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya setelah mengalahkan penguasa Singhasari, Jayakatwang, dengan bantuan pasukan Mongol. Nama Majapahit diambil dari buah maja pahit yang ditemukan di lokasi ibu kota baru. Raden Wijaya memanfaatkan situasi politik saat itu untuk mendirikan kerajaan baru yang lebih kuat dan terorganisir.

Disclaimer: Artikel Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.