Kehidupan Sosial dan Budaya
Struktur Masyarakat
Masyarakat Majapahit terbagi menjadi bangsawan, pedagang, petani, nelayan, serta tentara dan pegawai kerajaan. Keberagaman budaya dan agama, terutama Hindu dan Buddha, diterima secara toleran.
Seni dan Arsitektur
Candi dan situs Trowulan, seperti Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu, menunjukkan keahlian Majapahit dalam arsitektur, seni ukir, dan patung.
Sastra dan Pendidikan
Sastra Majapahit seperti Nagarakretagama dan Pararaton mencatat sejarah politik, sosial, dan budaya. Pendidikan bersifat keagamaan dan berbasis istana.
Peran Perempuan
Perempuan memiliki peran dalam perdagangan, seni, dan kegiatan sosial. Bukti arkeologis menunjukkan keterlibatan perempuan dalam posisi strategis di istana dan ekonomi.
Ekonomi dan Perdagangan
Pertanian
Pertanian menjadi tulang punggung ekonomi, dengan sistem irigasi, terasering, dan kanal yang maju. Padi menjadi komoditas utama, didukung tanaman palawija dan buah-buahan lokal.
Perdagangan Maritim
Majapahit menguasai jalur perdagangan strategis di Asia Tenggara. Komoditas utama: rempah-rempah, logam mulia, tekstil, dan kerajinan tangan. Pelabuhan di Jawa Timur, Bali, dan pesisir Sumatra menjadi pusat perdagangan internasional.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
