Soal Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design)
2. Menentukan Bukti Keberhasilan (Asesmen)
Setelah tujuan dirumuskan, langkah berikutnya adalah merancang asesmen yang akan digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik terhadap tujuan tersebut. Asesmen bisa berupa:
- Penilaian formatif dan sumatif
- Proyek, presentasi, tes, portofolio, atau observasi
- Kriteria dan rubrik penilaian
Asesmen dalam UbD bersifat autentik, kontekstual, dan mencerminkan pemahaman nyata siswa terhadap materi.
3. Merancang Pengalaman Belajar dan Instruksi (Kegiatan Pembelajaran)
Setelah tujuan dan asesmen ditetapkan, barulah guru menyusun rangkaian kegiatan pembelajaran yang efektif untuk membimbing siswa mencapai tujuan tersebut. Kegiatan harus:
- Bermakna dan relevan
- Mendorong eksplorasi dan pemikiran kritis
- Menyediakan waktu untuk refleksi dan diskusi
Mengapa Urutan Ini Penting?
Perencanaan dengan pendekatan UbD mencegah guru terjebak pada “aktivitas demi aktivitas” tanpa arah yang jelas. Dengan memulai dari tujuan, lalu menentukan bukti keberhasilan, dan kemudian merancang aktivitas, guru dapat memastikan bahwa semua proses pembelajaran saling terhubung dan berorientasi pada hasil belajar yang jelas dan terukur.
Kesimpulan
Dalam pendekatan Understanding by Design (UbD), urutan perencanaan pembelajaran yang benar adalah:
Merumuskan tujuan ➝ Menyusun asesmen ➝ Merancang kegiatan pembelajaran
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Soal Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design).
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Soal Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design) pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.

