Untuk memperoleh gambaran kemampuan peserta didik yang lebih komprehensif, saya akan membuat kasus atau permasalahan yang relevan dengan materi pembelajaran untuk didiskusikan dan dipresentasikan oleh peserta didik. Melalui kegiatan ini, saya dapat menilai tidak hanya pemahaman konsep yang dimiliki peserta didik, tetapi juga kemampuan mereka dalam menganalisis masalah, menerapkan pengetahuan pada situasi nyata, serta mengomunikasikan hasil pemikirannya.
Peserta didik dapat bekerja secara individu maupun kelompok untuk mencari solusi terhadap kasus yang diberikan. Selanjutnya, mereka mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan menjawab pertanyaan dari guru maupun teman-temannya. Proses ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang mungkin tidak terlihat melalui tes tertulis.
Dengan menggunakan asesmen berbasis kasus dan presentasi, penilaian menjadi lebih autentik karena mengukur kemampuan peserta didik dalam mentransfer pengetahuan ke konteks yang berbeda. Selain itu, strategi ini membantu saya memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai tingkat penguasaan kompetensi peserta didik sekaligus mendorong mereka untuk belajar secara lebih aktif dan bermakna.